Laila dalam mimpi

‚Äč
Arjuna kembali bermimpi
tentang keindahan tersibak bak air hujan
menenangkan menentramkan
kasihpun tenggelam dalam keheningan

melihat dua sejoli duduk berdampingan
menikmati cinta sang pencipta alam
symponi fatamorgana berdendang begitu kencang
rasa sayup rindu terlepas berterbangan
sahdu pun terdengar begitu kegirangan
Indah benar itu keindahan

Puan pelita
Hati kemana akan bersua
tinta kasih pun tercoret dalam kata
tentang kasih yang hanya kosong belaka
iri hati melihat mereka
berkhayal dalam pencarian si laila

hhmm.. 
Tak adalagi suram
mungkin semua sudah padam
Mantra guna sudah terkirimkan
hanya obat hati yang masih tersimpan

Arjunapun bersedih
Berselaput mimpinya yang tak rapih
mungkin tak kuasa ia tahan letih
pencarian laila yang tak kunjung pulih

Advertisements

Rindu Arjuna


Balada datang melanda
Bungkam sudah ucap kata
terdiam bisu tanpa sisa
hati merintih menangis tanpa sia
Rindu datang
Yaaah.. mungkin itu hanya perasaan belaka
tapi kenapa ia tau mau pergi dari lubuk mata
airmata menangis bak aliran sungai
mengucurkan sakit tak terhingga
Sirna sudah harapan
hilanglah sang mimpi
kuteriak dan kulari dari kejarannya
duhai sang rindu

    Hujan

    Aku dan Hujan
    Sudah lama tak kurasa
    lama kita tak jumpa
    sekali jumpa begitu sumringah ini jiwa
    kau guyur hempasan debu
    kau guyur itu kering
    kau guyur kemarau itu

    aku dan hujan
    mengapa kau sembunyikan filosofi itu
    aku mau tau
    aku mau kau buka tabir di balik mendungmu

    hujan…. aaah kau mengingatkanku lagi
    dia yang juga sedang menikmatimu
    aku disini, hanya hatiku yang bicara
    apakah dia juga mengatakan apa yang sedang ku katakan

    jan..
    aku mau kau kirimkan pesan ini ke dia
    dia yang mungkin sesang meniknatimu
    ku jadikan kau seperti burung dara
    kirimkan kirimkan kirimkan..

    Surat Untukmu sahabat

    Teruntuk Sahabat Ku yang ada dirumah.

    teman. hidup ini adalah sebuah cobaan, terkadang kita sendiri lupa akan hal ini, sebuah pertanyaan selalu terbesit dari hati saya, apakah hidup kita itu cuma sebatas seperti ini saja? . Saya pikir semuanya pasti memiliki jawaban jawaban yang bermacam macam. saya sendiri juga juga memiliki jawaban untuk pertanyaan ini, memang pertanyaan ini sangatlah simple dan remeh, akan tetapi ini memiliki ma’na yang sangat luas kalau saya jabarkan. sobat
    hidup di dunia ini hanyalah sekali, kehidupan selanjutnya bukan di dunia lagi, mulai dari lahir hingga kembali ke liang lahat akan memakan waktu yang teramat singkat, mucul lagi pertanyaan ini, apa yang kau lakukan di hidupmu di dunia ini? apakah cuma sebatas lahir, beranjak dewasa, belajar do SD ,SMP,SMA, kuliah dan lulus. kerja nikah punya anak, jadi tua, kemudian dan kemudian. apakah hanya sebatas itu saja? bukan hey sahabat, bukan itu saja yang bisa kita lakukan , banyak sekali hal yang harus kita kerjakan dan dapat lakukan
    kita Sekarang berada di umur umur yang labil. 21-22. jangkauan kita bukan hanya masyarakat dusun ataupun desa saja.akan tetapi seluruh masyarakat Indonesia sudah lama menunggu akan munculnya kita ditengah tengah mereka, kita datang kepada mereka bisa dengan kepala tegakkah atau dengan kepala merundduk kah? atau bahkan kita tidak akan muncul di tengah tengah mereka… sebagai pemuda yang masih memiliki semangat juang yang sangat tinggi, saya sangatlah berharap akan ada konstribusi dari kita semua untuk perubahan ini.
    teman.
    jujur saya sangatlah rindu dengan canda tawa kita dulu, kalau saya flashback terkadang ingin ketawa sendiri, kenakalan anak anak yang masih lugu juga merupakan hal yang sangat sulit untuk di lupakan, saya kangen dengan guru guru yang tulus mengajarkan kita akan dasar sebuah kehidupan, mengajarkan memnbaca Dan menulis.

    mungkin sekedar Surat ini yang bisa aku tulis untuk sedikit mencurahkan isi yang ada di dalam hati saya ini, karena saya tidak bisa memendam perasaan ini terlalu lama dan juga tidak akan bermanfaat kalau cuma saya pendam saja.
    Dan yang terakhir. ribuan terima kasih buat semua sahabat sahabat says yang ada disemua pelosok nusantara ini.

    On Frienship ( Kahlil Gibran )

    Your friend is your needs answered.
    He is your field which you sow with love and reap with thanksgiving.
    And he is your board and your fireside.
    For you come to him with your hunger, and you seek him for peace.

    When your friend speaks his mind you fear not the “nay” in your own mind, nor do you withhold the “ay.”
    And when he is silent your heart ceases not to listen to his heart;
    For without words, in friendship, all thoughts, all desires, all expectations are born and shared, with joy that is unacclaimed.
    When you part from your friend, you grieve not;
    For that which you love most in him may be clearer in his absence, as the mountain to the climber is clearer from the plain.
    And let there be no purpose in friendship save the deepening of the spirit.
    For love that seeks aught but the disclosure of its own mystery is not love but a net cast forth: and only the unprofitable is caught.

    And let your best be for your friend.
    If he must know the ebb of your tide, let him know its flood also.
    For what is your friend that you should seek him with hours to kill?
    Seek him always with hours to live.
    For it is his to fill your need, but not your emptiness.
    And in the sweetness of friendship let there be laughter, and sharing of pleasures.
    For in the dew of little things the heart finds its morning and is refreshed.