Suratan Kasih

​

Tiba tiba hujan turun
mendendangkan percikan keindahan
arjuna terlarut dalam pedihan
bingung apa yang akan ia lakukan

akhirnya ia ungkapkan perasaan dalam suratan
ditulislah dengan hati paling dalam
“hai kau yg ada dalam lamunan, percikan indahmu sudah basahi jiwaku, dalam sepi kutuliskan suratan alam, ku ungkapkan perasaan yang dalam, berharap burung burung mengamini dengan kicauan.
Kau yang bernama laila, ku ucap selalu asmamu dalam doa, terlanjur fana dengan paras sederhana, yang terlalu sayang bila tak tertata, aku sudah seperti orang gila yang tak ada empunya, berjalan tak tahu arah pulang, kerana jalan sudah berubah jadi usang.
aku dan kamu bagaikan langit dan bumi, jauh dan jauh sekali, kau di atas aku di bawah, kau bangsawan aku orang pedalaman, kau berparas aku tak waras, tapi hakikat itu tak ada sekat, bumi dan langit pun jadi sangat dekat, terhubung rintihan doa yang terikat, ku teteskan selalu dalam sujud yang erat, berharap kau akan dekat dan lebih mendekat, pada jiwa ini yang mlarat.”

arjuna berharap hati tersampaikan
hingga laila faham bahwa suratan itu adalah ungkapan
tapi mungkin itu hanya omong belakangan
karena arjuna belum siap suratan itu diberikan
(Filosofi Rindu)

Advertisements

2 thoughts on “Suratan Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s