Lamunan


Di malam yang rindang
Kembali arjuna berjalan kebarah bulan
Pencarian Lalila tak kunjung datang
Mencari terus mencari sampai sukma pun bermekaran
Laila bagaikan air yang tak tersentuh
Indah sekali tapi hanya bayangan
Tak mungkin arjuna bercakapan
Bayangan Semu tapi ia rasa ada berwujudan

Arjuna tak kenal lelah 
Ia Bersujud pada rab kabarkan keluh kesah
“Ya rabb, Kasihmu ini sedang berpilu,
tak kunjung laila datang menghampiriku,
Apa mungkin dia malu, atau dia tak sudi menemuiku?”
Arjunapun terlelap dalam dekapan sajadah rindang
Ia bermimpi bertemu seseorang
Dalam percakapan, ia mendengar  “Laila mendengar, Kamu jangan bersedih, rintihanmu membuat penghuni langit bersedu”

Arjuna Bangun kaget bukan kepalang
Ia usap wajah merenung dalam taman
Kicauan mimpi membuatnya tersadar
Bahwa Masyarkat langit ikut mengamini dalam balik layar

Advertisements

One thought on “Lamunan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s