Uang bukan segalanya, Tapi kebersamaanlah yang berharga

Menikmati Kehidupan di negara orang memang memiliki kesan tersendiri, mungkin saya dan teman teman yang lain memang memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi perbedaan itu yang bisa membuat kita terkesan sangat indah dan akan sangat sulit untuk di lupakan, bagaiman tidak, Kehidupan masa masa belajar di campur dengan nilai kebersamaan yang sangat kental bisa saya rasakan ketika saya bisa belajar di sini, ketika saya lagi terkena suatu problematika kehidupan maka di belakang ada teman teman yang selalu mensuport saya dari belakang, begitu juga ketika ada salah satu teman kita yang terkena sualtu masalah, kita juga ikut bersinabung dan memberikan dorongan motivasi ke dia.

Dan Problematika mahasiswa yang biasa kita temui ya tidak Cuma di Indonesia saja tetapi juga mahasiswa yang ada di luar negri juga adalah masalah keuangan, apalagi pengalaman saya yang saya rasakan hari hari ini ketika saya belajar di luar negri adalah masalah keuangan, memang dalam masalah ini adalah merupakan kekuranganku, yaitu masalah bagaimana mengatur keuangan, terkadang uang kiriman dari rumah habis tidak tepat pada waktunya, yang seharusnya uang itu habis dalam jangka tempo satu bulan, belum sampai satu bulan sudah habis. Kemudian uang itu larinya juga saya tidak tahu ,padahal uang sendiri tidak memiliki kaki untuk bisa lari dan kabur dari saya, memang godaan dalam hati dan keinginan untuk membeli ini membeli itu sangat lah besar, dan kewajiban saya seharusnya untuk bisa mengatur kapan uang itu harus keluar untuk keperluan yang bermanfaat saja.

Saya dan teman teman terkadang kita sangat menikmati ketika waktu waktu bokek alias ga ada uang dalam kantong, menunggu uang turun dari langit tapi ko engga turun turun, bingung harus kemana mencari suaka, tapi disinilah tepatnya, kita bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi orang susah, tapi kita bisa enjoy dengan semua itu, memang rezeki tidak akan pergi jauh jauh dari kita. Entah ada yang diajak mampir ke kamar kemudian masak masak bareng, ada juga yang meniatkan diri untuk berpuasa sekalian berpuasa jajan dan lain sebagainya.

Salah satu opsi yang paling banyak di ambil mahasiswa untuk bisa menghemat pengeluaran uang adalah mengeluarkan uang seperlunya saja, untung di Negara Pakistan sendiri untuk masalah harga bahan bahan pokok tidak terlalu mahal, dan bahkan relative lebih murah dari pada yang di Indonesia. Dan satu lagi, ada mess di setiap Hostel yang sangat membantu mahasiswa ketika sedang tidak ada uang, harga buat pembayaran mess memang tidak terlalu mahal dari pada kita membeli makanan makanan di luar mess, memang kalau mess menunya ada sebagian menu yang saya sendiri tidak bisa memakannya, menu yang ada di mess adalah masakan Pakistan semua, mulai dari paratha, Rothi dan Chawel sebagai menu pokoknya, dan lauknya beraneka ragam, terkadang anda dengan selai nanas, dall, ayam dan lain sebagainya, memang menu yang ada di mess hampir semuanya sama dengan menu menu yang ada di cafeteria samping hostel tiga, tapi perbedaannya dalam masalah harga yang lebih murah.

Di Mess kita biasa perbulan habis tiga ribu rupees Pakistan apabila kita makan terus tiga kali sehari, dan kelebihan dari mess yang lain yaitu dia hitungannya tidak di patok pembayaran setiap bulan, jadi selama kita makan atau berapa kali kita makan saja yang di hitung, jadi saya juga engga perlu khawatir kalau seumpamanya tidak makan ya engga aka nada tagihan dari mess, biasanya kita mahasiswa Indonesia istilahnya joinan, jadi ada yang punya akun mess kemudian buat yang tidak punya mess bisa gabung dengan teman yang sudah punya akun mess, dan nanti pembayarannya kita patungan.

Ada juga salah satu yang bisa membuat kehidupan mahasiswa menjadi semakin indah ketika lagi kantong kering, kita bisa makan dengan makanan satu menu dalam kurung waktu satu minggu bahkan dua minggu, biasanya si andalan saya kalau lagi ga ada uang, menu yang saya masak adalah masak nasi, goring telur, dan bikin sambel.dan  Makannya pun di jamak siang dan malam, jadi makan paginya sekalian makan siang, makan paginya sekitar jam dua belasan dan bisa sampai jam satu juga. Jadi ketika makan siang itu terasa nikmat sekali, soalnya dalam kondisi sangatlah lapar, dalam kondisi lapar yang seperti inilah yang bisa saya rasakan makan makanan seperti aja dan dengan lauk apa aja terasa sangat nikmat.

Selain masak, saya dan teman teman terkadang juga memilih pergi ke cafeteria, biasanya ketika kita lagi banyak uang kita ngajak teman dan kita membayari teman untuk makan di cafeteria, tapi berbeda ketika kita lagi tidak punya uang, biasanya saya mengajak teman tema ke cafeteria tapi tidak untuk membayari mereka, tetapi saya ngajak mereka patungan, dan menu yang kita beli juga selalu sama, yaitu nasi telur atau kalau orang Pakistan biasanya bilang anda chawel. Memang hidup itu harus ada lika liku yang harus semua orang rasakan, sesukses siapapun orang tidak mungkin hanya berpangku tangan dan selalu dalam keenakan dan tidak pernah merasakan nikmatnya lika liku kehidupan.

Manusia adalah makhluk sosial yang hidup dalam ruang lingkup berhubungan Antara satu dengan yang lainnya, manusia tidak mungkin hidup dalam kesendirian. Dan kita tidak perlu takut akan keterpurukan atau lika liku kehidupan yang kita jalani, karena ujung dari sebuah tali kita sendiri tidak tahu kapan itu akan terputus, akan tetapi semua sudah ada dan tertulis di lauhil mahfudz, kita tidak bisa hanya berpangku tangan tanpa adanya perjuangan dan usaha untuk menempuh semua itu. So. Tetep semangat dan show must go on.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s