(4 Gambar) Transportasi unik ala Pakistan | Pakistan | Taxi, Motor

Kebutuhan  kendaraan memang salah satu problematika yang di dimiliki oleh kebanyakan mahasiswa IIUI, bagaimana tidak? Mungkin sudah banyak perbeda zaman sekarang dengan zaman dahulu, ketika dulu mungkin kita kalau mau pergi ke bazaar hanya dengan membayar uang taxi sekitar dua puluh rupees kita bisa langsung pergi, tetapi sekarang zaman sudah berubah dan pembayaran uang taxi pun juga berubah, kita tidak akan cukup kalau pergi kebazar hanya membawa uang seratus rupees ataupun dua ratus rupees, minimal kita harus membawa uang sekitar tiga sampai lima ratus rupees, dan itupun habis hanya buat membayar uang transportasi, bagaimana dengan barang barang yang mau kita beli, bagaimana kita bisa membeli barang barang di bazar semisal sayuran ataupun yang lain sedangkan uang kita sudah habis, itu baru buat kalau kita mau pergi ke bazar, belum kalau kita mau pergi ketempat yang lain yang jarak bisa lebih jauh dari itwar bazar, bisa tekor tu kantong.

Dari ungkapan di atas, mahasiswa IIUI memiliki beberapa opsi untuk mengatasi masalah transportasi ini, saya sendiri pertama kali datang di sini sudah naik taxi dari mulai keluar bandara hingga sampai di kampus untuk yang pertama kali, dan bahkan seumur umur saya ketika di Indonesia sendiri tidak pernah naik taxi, apalagi di daerah saya tidak ada ,taxi merupakan salah satu transportasi yang sangat langka sekali, dan yang saya tahu ketika melihat taxi di Indonesia adalah salah satu kendaraan yang sangat mewah dengan tariff yang bisa di bilang lumayan mahal, taxi Blue bird misalnya ,kemudian white house juga tidak kalah sama blue bird, nah, ketika sudah sampai di Pakistan, saya auliya dan pak ijul di jemput sama rekan rekan IKPM Pakistan, kemudian diantar keluar bandara untuk mencari taxi dan berangkat menuju kampus IIUI, nah saya berfikir wah keren juga ni di jemputnya naik taxi, setelah dapat taxi dan saya masuk taxi tersebut, ternyata apa yang saya bayangkan ternyat sangat jauhlah berbeda, Bau dan Kumuh yang saya rasakan, tapi itu adalah seni kehidupan Pakistan yang termasuk unik.

Selain itu ada juga Bus kampus yang setiap saat beroprasi keliling ke tempat tempat untuk menjemput mahasiswa mahasiswa yang berada di luar kampus, dan juga sekalian mengantar mahasiswa yang mau keluar dari kampus untuk pergi ke suatu tempat, memang ini adalah salah satu opsi yang sangat hemat dan dinamis, tidak perlu kita mengeluarkan sepeser uang pun buat transportasi, tapi disini ada kekurangannya kalau kita pergi menggunakan bus kampus, salah satunya kita tidak bisa leluasa dan hanya bisa pergi ketempat dimana bus tersebut menuju, jadinya kita tidak bisa terlalu bebas untuk pergi ke suatu tempat ke tempat yang lainnya, walaupun demikian opsi yang ini sangat banyak di minati oleh kalangan mahasiswa yang mau pergi keluar, kampus sendiri memiliki banyak bus, hampir ada enam puluh bus yang selalu stand by di parkiran, jadi kalau saya lihat di tempat parkiran bus itu seperti melihat suasana terminal apalagi ketika bus bus tersebut mau beroprasi, dan semua bus kampus memiliki corak warna khas tersendiri yaitu semuanya berwarna hijau, jadi kalau seumpanya kita lagi di luar menunggu bus kampus, dari kejauhan terkadang sudah terlihat bus dengan warna kehijaunnya, maka sudah di pastikan kalau itu adalah bus kampus IIUI.

Dari Bus kampus, saya kan lanjut ke alat transportasi yang paling saya gemari dan merupakan salah satu favorit transportasi mahasiswa, yaitu menggunakan motor pribadi, tidak seperti di Indonesia, Memang kalau di Indonesia Model Motor sangatlah beraneka ragam, mulai dari motor Bebek sampai motor motor yang lain seperti motor CBR ataupun ninja sangatlah banyak, tetapi di Pakistan ini yang saya kagumi disini hanya ada satu model motor yang ada, yaitu model motor seperti motor motor CB. Dan disini merek merek motor pun juga tidak kalah, berbagai merek motor bisa kita jumpai di pekistan ini, mulai dari motor Hero, Unique,Star,Pak Hero, Honda, Yamaha,Suzuki dan lain sebagainya. Dan harga motor motor disini pun juga sangat berbeda dengan di Indonesia, memang kualitas motornya berbeda, tergantung bagaimana kita memakainya, disini dengan uang dua juta sudah bisa kita mendapatkan motor entah itu hero ataupun juga Honda yang tujuh puluh CC, kalau seumpamanya kita mau yang lebih bagus lagi kita bisa membayar dengan mungkin tiga juta, kita bisa dapat motor seratus CC dan kalau mau di tambah lagi kita mungkin bisa mendapatkan seratus dua puluh lima CC, Disini ada banyak mahasiswa Indonesia yang memiliki motor, soalnya motor adalah salah satu kendaran yang lumayan dinamis dan kita juga tidak perlu mengeluarkan biaya yang sangatlah banyak, mungkin biaya hanya untuk keperluan ketika kita mau pergi ke suatu tempat, biaya bensin dan juga biaya servis juga tidak terlalu banyak.

Saya sendiri kemarin ketika duduk di semester dua patungan sama teman sekamar saya yaitu Rofi, untuk beli Motor, banyak tempat tempat yang menjual motor second hand ataupun yang baru di kota Islamabad , tapi kalau saya mempbuat pertimbangan ternyata harga motor di Islamabad sangatlah jauh tinggi dengan harga motor yang ada di Rawalpindi. Ketika itu saya sempat bertanya sama senior saya, Cak Firman, saya bertanya tentang tempat jualan motor yang murah dan bagus itu dimana? Beliau menjawab bahwa tempatnya di Rawalpindi tepatnya di Raja Bazar, disana ada salah satu gang yang menjual motor semua, setelah itu saya dan Rofi langsung pergi kesana dan mengecek beberapa motor yang ada disana, saya berangkat ke Pindi hari Jumat, jadi kebanyakan took took disana Tutup, tapi ada sebagaian took yang masih buka, setelah kita mencari cari, akhirnya saya tertarik dengan motor tujuh puluh CC Bermerek Hero keluaran 2012. Setelah saya Tanya harganya ternyata tiga puluh ribu Rupees Pakistan, dan itupun masi terlalu tinggi, setelah tawar menawar akhirnya saya mendapatkan motor tersebut dengan harga dua puluh tujuh ribu rupees Pakistan, memang motor kalau kita sedang belajar di IIUI dan di Pakistan ini sangatlah membantu, kita bisa pergi belanja dan belajar ngaji diluar kampus tidak perlu menggunakan taxi dengan ongkos yang sangatlah mahal, mungkin cukup kita beli bensin satu liter mungkin itu sudah bisa kita jalan kemana mana.

Mungkin kita disini hidup belajar untuk bisa hidup mandiri, mandiri dari segi apapun , saya sendiri berusaha tidak mengeluh akan semua itu, dengan biaya transportasi yang bisa di bilang mahal, dan dengan masalah masalah yang lain,saya harus bisa menikmati itu semua, memang apabila masalah masalah yang saya miliki saya kumpulkan, dan saya fikirkan semua, mungkin saja saya tidak akan kuat bisa belajar disini, tapi ketika saya belajar disini, ada banyak sekali pelajaran pelajaran yang saya dapatkan dan mungkin saya sedikit yakin tidak banyak juga orang lain dapatkan di luar kampus ini.

 

DSC_0067

{1} Yooo .. tetap keep smile walau naik di bak mobil | Transportasi unik ala Pakistan | Pakistan | Taxi, Motor | 19 Februari 2016 (Gambar : Hedar7graphic/dMadridistas.wordpress.com)

DSC_0112

{2} Motor unik yang tak hilang dimakan zaman | Transportasi unik ala Pakistan | Pakistan | Taxi, Motor | 19 Februari 2016 (Gambar : Hedar7graphic/dMadridistas.wordpress.com)

DSC_0131

{3} Terlihat cha cha dan calon penumpang sedang diskusi agar dapat harga yang pas | Transportasi unik ala Pakistan | Pakistan | Taxi, Motor | 19 Februari 2016 (Gambar : Hedar7graphic/dMadridistas.wordpress.com)

 

DSC_0133

{4} Taxi unik siap menghantarkan pergi penumpang kemanapun kita mau | Transportasi unik ala Pakistan | Pakistan | Taxi, Motor | 19 Februari 2016 (Gambar : Hedar7graphic/dMadridistas.wordpress.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s