Antara Paratha dan Chai

Antara Paratha dan Chai

Ada sebuah rahasia di balik dua makanan dan minuman ini sobat, Paratha dan Chai. Paratha merupakan sebuah makanan pokok orang orang Pakistan dan Negara Negara sekitarnya yang meliputi India, Afghanistan dsb. Sedangkan Chai adalah sebuah minuman yang merupakan campuran antara teh dan susu.

Saya sendiri baru merasakan kenikmatan dua makanan dan minuman ini sesampainya di Negara ini, memang pertama kali mendengarnya agak sedikit terheran heran. pagi pagi buta teman teman ngajak sarapan di kantin, “ Dar ayo ngeprat n Ngechai bareng kita.” Ajak salah satu teman saya, dalam hati saya “Ngeprat ? Ngachai ? opo kui? “. Masih juga terheran, mungkin karena saya baru datang dan masih belum begitu kenal lapangan dan juga makanan khas yang ada Negara Ali Jinnah ini. Setelah itu saya berangkat bareng teman saya ke kantin yang berada pas di samping asrama. Sesampainya disana kita duduk bareng di kursi dan meja yang sudah tersedia di depan kantin, memang ketika musim dingin momen yang paling pas saat itu adalah makan di depan kantin langsung di bawah sinar terik matahari, jadi dinginnya sudah berubah menjadi terasa sedikit hangat. Setelah beberapa saat, Paratha dan Chai yang kita pesan akhirnya datang juga.

Penasaran akan bentuk dan rasa paratha chai yang sebelumnya membelut di fikiran pun terbayar lunas dengan datangnya dua sejoli itu, Paratha berbentuk bulat dan terbuat dari Gandum, disini Paratha dan Roti ada setiap pagi dan malam, dan itu merupakan pengganti makanan pokok yang selalu kita makan yaitu nasi, jadi kalo ada sobat sobat yang mau pergi ke Pakistan dan mau nyari sarapan pagi pecel dan nasi uduk ya mohon maaf dulu ya… haha… soalnya kita ndak akan pernah menemukan nasi di pagi hari disini kecuali kita masak nasi sendiri. Naaaah. Sedangkan Chai. Opo kui? Chai merupakan minuman suplemen ( Tapi bukan suplemen kaya kratindeng ataupun minuman isotonic lainnya) orang orang Pakistan. Ya istilahnya kalo di indo kaya Kopi atau Teh, Tapi disini Chai bukan sembarang minuman yang hanya diminum begitu saja, akan tetapi chai sendiri memiliki arti yang sangat dalam tersendiri, sedalam apa ya………mau tau?

Kadang saya merasakan keindahan dua makanan dan minuman ini. dimana ada paratha disitu pasti ada chai, kadang sebaliknya, dimana ada Chai disitu juga ada paratha, apalagi kalau sudah masuk musim dingin, Masha allah sekali nikmatnya. Disitu saya melihat kalau paratha dan chai bagaikan dua sejoli yang susah terpisahkan, kalau kita makan paratha rasanya harus diimbangi dengan satu cup chai. Terkadang dua makanan ini pula yang bisa menyambungkan fikiran orang satu dengan yang lainya. Jadi ada makna yang terkandung dalam segelas Chai ini. Orang Pakistan dan Afghan mengajak temannya main ke kamar ataupun ngajak ke kantin pasti mereka bilang “Turidu Chai”, “Ta’al Nasyrob Chai”. Chai chai chai dan chai. Sayangnya di Negara kita kita tidak bisa menemukan Chai seperti yang ada di Pakistan, memang mudah si kita bikin chai sendiri di rumah atau nanti kalau pulang ke rumah, tetapi ada hal yang aneh yang tidak di temukan ketika kita membikin chai sendiri,tinggal kita beli susu kemudian kita campur dengan teh bubuk dan di campur gula sediki, Sudah deh jadi chai. mungkin aroma rasa campuran tangan Bhaijan yang khas ataupun suasana Pakistan yang berbeda dengan Indonesia.

Ada beberapa macam paratha yang bisa kita temukan disini, dan rasanya pun juga berbeda. Ada Alu paratha, Yaitu paratha yang dalamnya ada potongan potongan kentang. ada paratha biasa,kadang kita makan paratha biasa bareng sama Anda (telur) , entah itu anda full fry, Half Fry ataupun Amlet. dan masih ada paratha yang lainnya. Chai pun juga begitu, tidak hanya chai biasa yang kita bisa minum disini, ada juga kashmiri chai yang mungkin rasanya lebih joz dari chai biasa, chai kahsmir kadang adanya ketika musim dingin saja, jadi waktu musim selain musim dingin kita sedikit susah untuk mencari kashmiri chai. Kashmiri Chai berwarna merah muda dan ada taburan sedikit kacang almond diatasnya, yang paling penting semuanya rasanya pasti ngangenin kalau nanti sudah pergi dari negri Ali Jinnah ini.

Kepingin si suatu saat bikin Film, nanti judulnya “Ada apa dengan Chai dan paratha?” atau “Cinta antara Chai dan Paratha”. Siapa tau Mungkin nanti bisa jadi best movie. Tapi itulah sedikit makna yang terkandung antara chai dan paratha. Chai dan Paratha itu merupakan sedikit contoh cinta sejati, coba saja bayangkan, awetnya minta ampun bukan, mungkin saja dari sejak sebelum munculnya kerajaan mongol ataupun ketika dulu masih dikuasai oleh kerajaan Persia, awetnya sampe sekarang coba. Kemudian bagaimana dengan kita yang sudah memiliki pasangan ( Padahal yang nulis juga masih Jomblo ). Mungkin harus saling mengerti antara satu dengan yang lainnya, saling memahami, dan selalu bersama. Sebagaimana keindahan pasangan Chai n Paratha. Tinggal nanti di olahnya bagaimana, jalannya bagaimana.

Mungkin masih ada yang penasaran bagaimana wujudnya dan rasanya chai yang sesungguhnya, silahkan datang ke Negara Pakistan ini, di jamin ndak bakal nyesel ko……. :v

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s